RE-Love ‘Cheos Peiji’

tumblr_lsuqaqtWdD1qhvdgco1_500

LET’S TALK ABOUT MY SECOND FANFICTION:
Jadi begini ceritanya. Beberapa minggu lalu saya dan teman saya menemukan sebuah fil berjudil Unborn Child di salah satu warnet. Kebetulan kami sama-sama penasaran apa isi dari Film tersebut. Terjadilah akhirnya Copy-Paste tanpaizin dari computer warnet ke computer saya. Dan ternyata itu Film Horror tentang aborsi.
Mengingat saya yang terlahir sebagai perempuan. Saya membuat FF ini hanya untuk mengingatkan. Semua itu pasti ada jalan keluarnya. Semua masalah ada akar dan ada ujungnya. Dengan sangat meminta maaf dan tidak saling menggurui,saya tahu posisi siapapun yang (tidak siap) menjadi orang tua,Aborsi itu bukan jalan keluar dan cara yang tepat untuk menyelesaikan semuanya. Saya harap tak ada kejadian seperti itu lagi di lingkungan saya. Safe Your Child. Fikiran sebelum kalian bertindak,intinya lebih baik mencegah daripada mengobati bukan. Selamat membaca.

RE-Love

Chana Side
Aku terbangun karna sinar matahari yang menyilaukan menembus tirai kamarku. Ku kerjabkan mataku seraya bersyukur pada tuhan karna aku bangun dengan bahagia pagi ini. Tersadar sebuah tangan kekar merangkul perut polos-ku. Laki-laki ini. Entah berapa kali aku harus bersyukur pada tuhan karna memiliiknya. Karna mencintai namja tampan dan tegar satu ini. Namja kuat ini yang kelak akan menjadi Appa dari anak-anakku. Namja,yang kelak di pundaknya akan ku gantungkan takdirku. Namja yang akan selalu ku homati,ku cintai,dan kupatuhi segala perintahnya.
Janji yang dia ucapkan masih ku ingat, saat di depan altar suci itu. Kami berjanji atas nama Tuhan. ‘kami akan saling melengkapi,saling mencintai,saling menghormati’. Demi Tuhan,aku bersyukur. Sangat-sangat bersyukur memilikinya. Entah mengapa hanya dia yang aku percaya untuk menjadi teman sejatiku.
Andai saja aku tega bisa saja aku menolak pernikahan kemarin,mengingat kesalahannya padaku,mengingat kata-kata yang ia ucapkan saat mengajakku menikah. Dan sifat menyebalkan diikuti keegoisannya selama ini. Andai saja aku tak mencintainya. Rasanya aku ingin membunuhnya jika mengingat betapa menyebalkannya laki-laki satu ini. Sepertinya aku harus menjauhkannya dari setan-setan setelah ini.
Sangat sulit menerima semua ini,walau nyatanya aku sangat bahagia karna dia yang akhirnya menikahiku. Walau aku sebenarnya tak ingin kejadian ini jadi dasar dia menikahiku. Aku takut saat semua kembali dia akan meninggalkanku. Pergi dengan gadis-gadis lain yang mengejarnya. Aku takut dengan kenyataan lain nantinya.
Ku telusuri garis rahang kokohnya. Bibirnya yang membentuk huruf M,hidungnya yang selalu mengendus di leherku,mata sipitnya yang kadang mengeluarkan puppy eyes andalannya untuk mulai merajuk kepadaku,alisnya yang tebal,lalu menyingkirkan anak rambut yang menutupi dahi lebarnya. SEMPURNA. Wajah setampan ini,talenta,materi,apalagi dengan ketegasan dan ketegarannnya. Aku mencintai semua yang ada pada dirinya. Bukan hanya karna apa yang dia miliki,bahkan sisi saat dia yang sering merajuk,atau kadang kelakuan abnormalnya yang tak mencerminkan kalau dia itu sudah TUA. Dan juga overprotective yang kadang benar-benar membuatku susah nafas.
Ku kecup kilat pipinya. Ah dia lebih cubby ternyata,sebelum menikah aku tak bertemu dengannya selama seminggu penuh. Ternyata seperti inilah rasanya merindukan namja menyebalkan ini. Lebih dari 5 tahun aku mengenalnya tak pernah sedikitpun aku merindukannya. Sungguh.
“hey,apa kau tak bosan memandangi wajahku dengan wajah mesum seperti itu? ini sudah setengah jam kau hanya memandangiku seperti itu”gumamnya dengan mata yang masih tertutup. Ku singkirkan tangannya yang memeluku dengan erat.
“lepaskan!”bentakku
“adweyo”katanya singkat lalu menaruh kepalaku didada bidangnya
“lepaskan,ini sudah pagi! Palli!!”bentakku lagi
“stt..biarkan seperti ini sebentar saja,aku sedang ingin memelukmu”katanya sambil mencium singkat puncak kepalaku. Ku lemaskan badanku. Menikmati tiap belaiannya di punggungku
“mianhaeyo…”ucapnya lirih,ku dongakkan kepalaku. Mata itu,mata yang beberapa waktu lalu menatapku jijik dan benci,mengapa saat ini bisa selembut ini,apa aku bermimpi.
“appaseyo?”katanya lagi. Aku hanya mengeleng menyalahkan omongannya.
“harusnya dari dulu aku melakukan ini padamu,aku menyesal karna tak pernah mengatakan ini sebelum-nya. Mengatakan sebangga ini. Mengatakan aku bahagia sekali,hanya saat bersamamu Lee Cha Na”
Aku tersenyum simpul sambil merapihkan anak-anak rambutnya
“apa aku pernah mengatakan ini sebelumnya? Aku mencintaimu,sangat mencintaimu”
Aku menggeleng sambil tersenyum mengejek kepadanya
“aishh… jinjja! Kau benar-benar pembohong,bagaimana mungkin aku tak pernah mengatakannya?” Chu~~ “morning kiss…kajja mandi!”katanya lalu bersiap-siap menggendong tubuhku.
“YA!!! Turunkan!! PALLI!!! Turunkan atau aku akan berteriak oppa-ya!! Andweeee…. Palli turunkan aku!!!”teriakku. dia hanya tertawa sambil menggendongku kekamar mandi. Namja ini. Bisa-bisanya melakukan ini padaku pagi-pagi. Sungmin oppa kadang tak tahu keadaan. MENYEBALKAN
****
Sungmin Side
Cha Na. Do Cha Na. seorang gadis yang selalu mondar-mandir di depan kelasku. Hampir setiap hari aku melihatnya. Walaupun aku termasuk mahasisiwa yang jarang masuk karna scedhul-ku dan super junior. Tapi entah mengapa aku selalu saja berusaha masuk setiap minggu hanya demi melihat gadis satu itu. dia begitu manis dan mempesona.
“min!!”panggil Dae Bo. Salah satu kawanku di kampus. Kami sangat dekat bahkan seperti saudara. Dia ini salah satu anak pintar di kelasku.
“ne”jawabku singkat
“hari ini aku ada janji dengan seorang yeoja yang tempo hari aku ceritakan itu. dia akian membantumu mengerjakan skripsi dan juga mengatur jadwal-jadwal kuliahmu yang tak bisa kau ikuti”
“dimana?”
“di perpustakaan,dia juga satu jurusan dengan kita”
“apa itu tak merepotkan jika dia masih kuliah juga?”
“dia bilang itu malah membantu,dia akan ijin mengubah kelasnya kepada dekan. Otteo?”
“kita bicarakan lagi nanti”kataku singkat

****

“annyeonghaseo,Do Chana imnida”kata gadis itu sambil menundukkan badannya.
“dae bo imnida”dae bo ikut membungkuk ke pada gadis itu “ini sungmin,dia yang meminta bantuanmu untuk menyusun srkripsinya”
Chana menatapku sekilas lalu menunduk malu-malu
“Lee Sungmin imnida”
Chana tersenyum kepadaku
“apa kau mengenalnya Cha na-ssi,dia ini anggota boy band terkenal itu,SUPER JUNIOR THE KING OF HALYU”kata Dae Bo sambil melentangkan tangannya. Dia memang sangat berlebihan
“ya! Berhentilah,tidak seperti itu Chana-ssi,Daebo ini orangnya memang sedikit berlebihan”
“tidak seperti itu sungmin-ssi,sebenar-nya aku salah satu fans mu juga”katanya sambil tersenyum malu.
Tuhan mengapa dia sangat berbeda di mataku. Mungkinkah,mungkinkah aku menyukainya? Tidakkah terlalu cepat untuk itu?

****
Sungmin bersandar di pintu kamarnya. Matanya focus pada seseorang yang sedang melakukan kegiatan lain di dapur barunya. Matanya terus menerawag kemasalalu dia dan wanita yang sedang dia pandangi itu. dan akhirnya seulas senyumanpun Nampak dari bibirnya. Senyum sinis dan menghakimi. Dia tidak suka dengan semua yang terjadi di hidupnya. Setidaknya bukan seperti ini tadir yang ia harapkan. Ia sama sekali tak berharap dipersatukan seperti ini dengan wanita yang sedang ia pandangi itu.
“aku mencintaimu,mencintaimu,mencintaimu”
****
Chana mengedarkan pandangannya. Berharap menemukan kehadiran orang yang sedang ia tunggu. Orang itu berkata padanya akan menemuinya jam 3 sore. Tapi ini sudah 1 jam lewat dari jam yang mereka tentukan orang itu belum juuga datang
“apa dia lupa?”gumam Chana
Sungmin. Chana mengenalnya sudah hampir satu tahun. Mereka sangat dekat untuk sekedar assistant dan artisnya. Bahakan sering kali teman-teman yang mengetahui kedekatan mereka mengira mereka memang berpacaran. Namun semua dengan mudh di tepis oleh mereka Chana. Tak mungkin. Dia dan Sungmin tidak mngkin.
Akhirnya chana berdiri dari bangku yang ia duduki. Tangannya segera menegtik sebuah pesan singkat dari ponsel yang sedari tadi hanya dia pegang. Dia melihat kekanan dan kekiri memaskikan bahwa orang yang ia tunggu memang tak datang. Baru saja dia memutuskan untuk pergi namun matanya menangkap kaki seseorang yang baru saja menapak di hadapannya. Matanya mengikuti garis tubuh pemilik kaki itu. lalu tersenyum ketika mengetahui bahwa pemiiknya adalah sungmin orang yang sedari tadi dia tunggu
“kau telat 1 jam 17 menit tuan”Ujar Chana. Kedua tangannya dia lipat di dada sambil tersenyum kepada sungmin yang masih sibuk menagtur nafasnya.
“Do Chana” Sungmin berjalan pelan kearah Chana sembari memegangi dadanya
“ne? ada apa?” Chana tersenyum simpul “perbaiki dulu nafasmu sungmin-ssi,sebenarnya ada apa…”
“saranghae”potong sungmin
“ne?”
“saranghaeyo…Do Chana-ssi”ulangnya
Chana masih terdiam meresapi kata yang baru saja dia dengar. Sementara jantungnya sibuk memompa darahnay lebih cepat dari biasanya,mengakibatkan degub-nya menjadi abnormal. Sedetik kemudian dia menunduk memainkan jarinya,gugup. Setengah bingung dan tak percaya atas apa yang baru saja dia dengar dan serap.
“Chana-sii,saranghaeyo”ulang sungmin lagi “apa kau tak mendengarnya?”
“aku mendengarnya”jawabnya lirih. Dia masih tertunduk malu.
“jadilah wanitaku”
Chana terdiam. Lagi-lagi otaknya memproses pernyataan itu dengan sangat lamban sementara jantungnya justru memompa darahnya bertambah cepat. Cara yang tak pernah dia rasakan dalam sepanjang hidupnya. Pipinya perlahan berubah warna. Memerah.
Sungmin mengangkat dagu chana pelan. Tangannyapun bergetar pelan. Entah sejak kapan dia seperti merasakan demam panggung dan Parkinson dalam waktu yang bersamaaan.
‘tampaknya dokter harus memeriksaku sekarang,aku seperti orang struck’batin sungmin
“lihatlah aku,aku sedang berbicara”ucap sungmin lirih “jadilah yeoja-ku,jadilah bagian dari rusuku,lengkapi aku!”
Chana masih terdiam. Setitik air muncul dari selah matanya. Dia menangis haru. Sambil tertunduk. Dan lagi-lagi sungmin mengangkat dagu Chana lalu mengusap air matanya
“jangan menangis, apa aku salah bicara?”
“annie…hanya…aku….sungmin-ssi aku?? Kau??”jawab Chana gugup
“ne, aku dank au,kita”terang sungmin lirih tangannya dia letakan pada pundak Chana. Mata mereka bertemu sekilas sebelum akhirnya Chana menghindari mata Sungmin lagi
“saranghae…..”ulang sungmin lagi
“naddo”ungkap chana,dia menenggelamkan wajah merahnya di pelukan sungmin.

****
Sungmin berjalan menuju objek yang sedari tadi ia pandangi. Tangannya menambil apel yang berada di dalam kulkas. Tepat di sebelum gadis itu menutup kulkasnya. Mata mereka bertemu sejenak. Chana mendengus mengalihkan pandangannya yang dingin. Sungmin memandangnya dengan senyum nakal andalannya. Lalu mengacak rambut pirang Chana dengan lembut.
“kau begitu tak pantas menunjukan muka cool seperti itu”
“apa itu hal yang penting lee sungmin-ssi?”
“tentu tidak LEE CHANA-ssi”sungmin yang sedang bersandar di meja makan menghampiri chana yang memunggungi-nya. Tangannya memeluk pinggang Chana erat “ini lebih penting sebenar-nya”bibir sungmin mengecup kilat pipi Chana. Sedangkan Chana hanya terdiam tetap pada sikap dinginnya. Bola mata-nya berputar tidak percaya dengan apa yang baru saja Sungmin perbuat.
“itu juga tidak penting”Chana melepaskan tangan sungmin yang memeluknya. Alih-alih mengambil pisau yang tergeletak jauh dari tubuhnya. Sungmin malah menariknya lalu memeluknya erat.
“kenapa kembali seperti ini? Bukannya tadi malam kau sudah baik-baik saja?”sungmin mengelus lembut rambut Chana. “mianhae,harus dengan apa aku meminta maaf pada kalian? Bagaimana caranya? Apa yang kalian minta? Aku mohon maafkan aku”mohon sungmin.
“lepaskanlah sungmin-ssi,aku sedang memasak, duduklah dan tunggu aku selesai”Chana kembali melepaskan pelukan sungmin. Diam-diam matanya berair (lagi). Entah harus berapa lama dia menahan rasanya untuk memaafkan sungmin. Bukan memaaafkan. Sungmin tak salah sama sekali dalam hal ini. Tidak salah. Dan tak akan pernah salah dalam apapun tentang mereka.

****
Satu meja berisi semua makanan mewah tersaji di depan Chana. Matanya meleotot melihat semua yang ada di depannya sekarang. Semua ini sungmin yang membuat-nya disertakan satu botol wine mahal yang ia tau bukan hanya rasanya yang fantastis bahkan harganya bisa untu membeli satu buah motor ducati keluaran terbaru. Beberapa minggu yang lalu memang dia dan sungmin –kekasihnya- membicarakan tentang wine ini beserta semua sejarah yang membuat wine ini begitu MAHAL.
“duduklah”sungmin menggeser keluar sebuah kursi untuk Chana
“terimakasih”ucap chana masih salah tingkah. Dia tersenyum manis kea rah sungmin.
“kau cantik jaggy”puji sungmin
“kau juga tampan oppa,dan terimakasih telah menyiapkan ini semua. Ini begitu…”Chana tak bisa meneruskan perkataannya hanya menjelaskan lewat gesture tubuhnya –menggerakan tangannya ala Choi siwon- . Sungmin tersenyum menanggapinya. Tak lama kemudian seorang pelayan datang menuangkan Wine kualitas super itu ke gelas Sungmin dan Chana.
“seperti yang kau bilang,ini memang luar biasa”kata Chana sambil menganggat gelas winenya
“seperti kau,yang tak kalah luar biasanya”balas sungmin
Chana mendengus kesal “begitukah?”
“ne…jeongmal”
Suara tawa yang manis keluar dari mulut Chana “sungguh hari yang indah,mendapat diterima di perusahaan desain ternama dan merayaan hari special bersamamu. Aku sungguh wanita beruntung”
“sangat”goda sungmin “bersyukurlah karna mempunyai aku”
Chana kembali tertawa geli akan tingkah sungmin yang tak jarang sangan percaya diri dan terang-terangan ini.
“karna aku sudah bilang,takan membuat kekasihku yang cantik ini sedih,aku akan selalu membuatmu bahagia, bukan begitu?”
Chana mengangguk mengingat kata-kata yang sungmin ucapkan di suatu acara promosi lagu baru super junior
“jadi apa kau bahagia?”
“sangat”Chana kembali tersenyum manis “hadiah karna membuatku bahagia,aku akan mencintaimu sampai esok,dan esoknya lagi,esoknya esok ,dan esoknya esoknya esok….dan selama masih ada kata ‘besok’ aku akan terus mencintaimu..semakin,semakin,semakin…bertambah,bertambah,bertambah… mengerti?”
Sungmin tertawa geli “arraseo,arraseo”
Iringan biola mengiringi makan malam mereka. Kadang mereka saling melempar senyum lalu kembali meneruskan makan. Hingga akhirnya melewati malam itu dengan berdansa semalaman tanpa iringan lagu apapun.
“happy first anniversary,Chanie”
“happy anniversary oppa-ya”

****
Chana melepaskan seprai yang semalam mereka pakai untuk malam pertama mereka. Matanya ekmbali berkaca-kaca mengingat kejadian yang beberapa minggu lalu membuatnya menangis karna harus melihat bercak darah di seprainya –sebelum menjadi istri- . Mata-nya menyusuri seprai itu mencari bercak yang sama seperti hari itu. Hari ketika setan-setan berteriak di telinganya. Tertawa puas diantara tangisan sesalnya. Tiba-tiba sebuah tangan memeluknya (lagi) dari beakang.
“mencari apa?”Tanya sungmin sambil mencium ringan tengkuk Chana
“mencari apa yang seharusnya baru ku berikan pada namja yang memelukku semalam”
Sungmin menunduk. Kali ini dia seperti ditampar sangat keras oleh yeoja-nya,menamparnya dengap fakta paling menakutkan di hidupnya. “mian chanie” lirih sungmin
“mian? Apa sudah tak ada polisi lagi sekarang?”tanyanya “apa sudah tak ada agama lagi sekarang?”chana menatap sungmin tajam “kau tahu sungmin-ssi,yang harusnya mengambilnya bukan kau! Tapi suamiku. SUAMIKU. Aku. Harusnya aku memberikannya pada suamiku. Bukan kau!! BUKAN KAU SUNGMIN-SSI”chana berteriak histeris matanya kembali menegluarkan butiran air mata. Sungmin menghampirinya mencoba memeluknya.
‘sejak kapan? Sejak kapan kami seperti ini? Sejak kapan kami hancur seperti ini?’
****
Chana mengetuk-ngetuk pensil di meja kerja-nya. Ini sudah hampir hari H untuk fasion show pertamanya. Sedangkan tak ada satupun rancangan yang menurutnya pas untuk menjadi desain utamanya. Beberapa temannya sempat menyarankan salah satu gaun berwarna baby pink untuk menjadi desain utamanya. Namun ia menolaknya karna menurutnya ‘Chatosa’ –brande resminya- tidak tergambarkan oleh gaun itu.
Keadaan Chana kali ini sudah benar-benar memprihatinkan. Matanya membentuk satu bulatan hitam pada bagian bawah. Sedangkan tubuhnya tampak kurus di bungkus kaos longgar dan hot pant. Belum lagi rambut pirangnya sama sekali tak beraturan,cepolannya sudah terlepas kesana-emari akibat gerakannya yang tak kalah brutal.
Matanya fokus tetap pada satu lembar kertas yang sama sekali belum ia torehkan dengan satu garis pun. Tangannya memijat keningnya pelan sambil berharap satu ide lewat di dalam otak gimbal-nya. Sampai sebuah bunyi bel menghancurkan satu desain yang hampir sempurna di otaknya. Chana mendengus kesal. Lalu melangkahkan kakinya ke pintu apartemennya. Pikirannya meruntuku siapapun yang ada di balik pintu itu
“hay!”sapa orang yang berada di balik pintu tersebut. Siapa lagi kalo bukan kekasihnya,Lee Sungmin.
“kenapa tidak masuk saja?”omel Chana
“aku takut kau sedang telanjang”goda sungmin
“aku sedang membuat sesuatu,dan karena suara belmu itu semua jadi hancur”
“mian…”sungmin menunjuan aegyo-nya. Andalan dalam merayu Chana saat dia marah.
“tak apa…bye the way,ada apa? Oppa tumben sekali sore-sore begini kemari? Apa ada sesuatu yang penting huh?”Tanya Chana,tangannya mengapit tangan sungmin menuju sofanya
“kau melupakannya?”
“apa?”
“kau tak ingat hari ini hari apa?”
Chana menggeleng yakin. Bahunya terangkat. Benar-benar tak mengingat apapun kecuali Fasion Show 8 hari mendatang.
“Chagi-ya,hari ini anniversary kita kau tak mengingat-nya?”
“benarkah?”Chana mulai heboh
“ne”jawab sungmin sambil merebut apel yang beru Chana gigit.
“bagaimana aku bisa melupakannya oppa? Bagaimana ini? aku belum membeli apapun untukmu…oppa..mianhae…”Chana menggoyang-goyang tubuh sungmin
“hey appo”Sungmin menghentikan Chana “dengarkan! Tak penting kau ingat atau tidak tentang hari ini, aku Cuma ingin kau mengingat,bahwa ada lelaki yang selalu mencintaimu dan tak ingin membiarkanmu bersedih sedetikpun. Laki-laki itu bernama LEE SUNGMIN. Laki-laki yang suatu saat nanti akan mengganti margamu. Laki-laki yang aka nada untukmu 24 jam penuh”
chana menatap sungmin sendu “benarkah?”
“tentu saja”
“janji?” Chana mengajukan jari kelingkingnya sungmin mengaitkannya dengan kelingkingnya
“tentu saja”
“beri stempel disini”Chana menggerak-gerakan ibu jarinya sungminpun mendekatkan ibu jarinya dan ibu jari Chana
“Janji”
Hari itupun mereka akhiri dengan berjuta cerita pada hidup masing-masing. Dengan canda dan tawa mereka. Kadang juga diselingi omelan Chana yang tidak suka denga aegyo sungmin yang berlebih. Dan cinta mereka yang harus selalu saling mengerti.

****
Acara mencuci baju bersama ala pasangan suami istri versi Sungmin dan Chana berlangsung penuh keheningan. Ketika banyak pasangan melakukannya dengan saling berpegangan tangan. Maka mereka melakukannya dengan saling menunduk. Chana menghentakan kakinya kesal karna sungmin sama sekali tak memperhatikannya. Tubuh Chana oleng hampir saja terjatuh jika tangan sungmin tak menggapai pinggangnya.
“hati-hati”ucap sungmin lirih. Dengan cepat Chana langsung mengibaskan tangan sungmin di lengannya. Dan adegan hampir terpeleset kembali terjadi karna keteledoran Chana tersebut
“kau mau membunuh anakku huh? Kenapa kau begitu teledor Chana-ssi”bentak sungmin. Lalu dengan sigap dia menggendong Chana menuju kamar mereka.
“Tidur! Biar aku yang menyelesaikannya”kata sungmin lalu menyelimuti tubuh Chana lalu berbalik
“apa kau perlu bersandiwara seperti ini? Bukannya ini hanya sementara? Kalaupun ANAKMU ini MATI,apa pedulimu?” sungmin membatu. Dia berhenti tepat di depan pintu. Dia pasti akan langsung pergi meneruskan pekerjaan mereka yang tertunda tadi andai saja Chana tak berbicara tentang hal itu lagi. Tak memojokan dia lagi.
“aku tahu kau tak menyukainya,menagpa kau malah menginginkannya? Aku tahu kami menghambatmu,kenapa kau malah mempertahankan kami?”tanyanya lirih “kau sama saja mengurungku,oppa,aku juga ingin bahagia,aku juga ingin bebas. Aku tak ingin terkurung seperti ini”
Sungmin berbalik memangdang Chana penuh tanda Tanya. Dia sama sekali tak mengerti tentang cara fikir gadis ini. Kemarin dia marah-marah saat sungmin berkata tentang karir-nya dan super junior. Sekarang dia malah bertanya mengapa sungmin tetap bersamanya
“apa kau tetap seperti ini jika anakmu ini tak bersamaku? Apa kau tetap menginginkanku?”
“oppa,aku mohon…lepaskan aku…”mata Sungmin membulat menatap Chana tajam.
‘aku mencintaimu,tak ssadarkah? Aku mencintaimu bodoh!!’batin Sungmin
****
Chana menghembuskan nafas berat-nya sudah hampir 2 jam dia menunggu sungmin di apartemen sungmin. Mereka memang sudah lama berpacaran. Tapi entah mengapa Sungmin selalu menolak untuk serumah dengan Chana walaupun orang tua Chana sudah member lampu hijau pada mereka.
Karna rasa bosan yang berlebih Chana menelusuri apartemen Sungmin itu. matanya menangkap foto-nya dan sungmin hampr di semua tempat. Apalagi saat Chana membuka kamar sungmin. Kamar-nya seperti galeri foto yang berisi foto-fotonya dengan semua pose. Bahkan beberapa foto-nya diambil secara diam-diam. Chana tersenyum sebelum akhirnya menemukan foto sungmin dan seorang wanita di antara foto-fotonya di kamar itu. Chana memandanginya dengan tatapan curiga. ‘Siapa gadis ini? mengapa fotonya begitu special terletak di tempat paling stretegis di kamar Sungmin?’
“Chanie sedang apa kau?”tanya ming yang baru masuk ke kamarnya. Dia menopang tubuhnya ke pintu dengan tangan kirinya “sasaeng fans?!”
Chana terseyum sambil mengangkat bingkai foto yang ia pegang “seperti biasa,menunggu namja yang hobby telat”
Sungmin tersenyum simpul “mian,aku…”
“kau pergi dengan dongsaeng-dongsaengmu? Atau dongsaengmu ada masalah? Jadwalmu padat? Kau fikir aku tidak?”Tanya Chana lirih
“mian jaggy,aku tadi ketiduran di radio,sungguh aku sangat lelah”kata Sungmin sambil berusaha memeluk Chana,Chana langsung menepis tangan sungmin
“aku tau kau lelah,aku juga Ming”
“kau? Kau kenapa sebenarnya?”
“tak apa-apa”
Sungmin menghela nafas, menegrti.
“oh ia aku membawa makanan dari fans,mari kita makan”kata Sungmin sambil berlalu ke dapur. Chana masih pada tempatnya. Ini aneh Sungmin bahkan belum pernah sekalipun membiarkannya berjalan sendiri. Dia selalu menggandeng Chana kapanpun. Dimanapun.
‘baiklah itu sangat kekanak-kanakan,mulailah dewasa dengan hubungan kalian Chana’ batinnya
Mereka duduk berhadapan di meja makan Sungmin. Suasana canggung masih terasa di antara mereka. Tak pernah. Tak pernah sekalipun mereka mengalami kecanggungan seperti ini. Saling diam entah apa yang mereka fikirkan.
“kau tahu,akhir-akhir ini banyak sekali orang yang mengirimi kami makanan enak,aku bingung mengapa mereka menghabiskan banyak uang dan waktu hanya demi itu. Walaupun aku suka ketika mereka mencintai kami tapi tidakkah mereka sekali-sekali berfikir untuk membeli kebutuhan yang lebih penting daripada menghabiskan uang mereka untuk member kami hadiah. Banyak kan hal penting seperti membeli buku pelajaran sekolah atau apa yang lebih berharga dari pada member kado untuk kami”kata sungmin panjang lebar. Sungmin memang bukan tipe orang yang mudah menerima pemberian orang. Baginya banyak hal yang bisa penggemar mereka lakukan ketimbang memberi sesuatu yang tidak penting untuk dirinya.
“itu karna mereka mencintaimu”
Sungmin tak menanggapi dia asik dengan makanan di piringnya. Sungmin memang suka makan daging. Apalagi daging asap yang di buatkan penggemar khusus untuknya. Chana menatap Sungmin heran. Tak pernah sekalipun sungmin mengacuhkannya. Tapi entah mengapa akhir-akhir ini Sungmin bera-benar seperti mengacuhkannya. Dia sendiri sadar dengan jadwal Super Junior yang mualai padat lagi makanya Sungmin jarang ada waktu menghubunginya. Dulupun pernah begitu tapi sekarang bukan hanya sms-nya saja yang Sungmin abaikan bahkan kadang Sungmin mengabaikan janji mereka untuk bertemu. Tiba-tiba tidak datang dan akhirnya membatalkannya sepihak.
Bahkan waktu itu saat mereka pergi berkencan Sungmin asik jalan sendirian sedangkan Chana hanya mengikutinya dari belakang. Biasanya Sungmin selalu mengandeng tangan Chana tak pernah sekalipun melepaskannya walaupun jalanan yang mereka lalui tak cukup dilalui dua orang. Tapi hari itu bahkan sungmin tak sadar telah meninggalkan Chana sendirian di belakangnya. Dan saat Sungmin sadar dan mencari Chana dibelakanya sungmin melihat Chana dengan tampang yang tak pernah dia lihat. Menangis sambil tertunduk. Sungmin meminta maaf kepada Chana dan menggandengnya kembali.
Pertengkaran dengan topic tidak penting itu masih berlanjut dengan masalah salah satu teman lelaki Chana,hoonbae mereka tepatnya. Xiumin. Chana dan Xiumin sangat dekat mereka mempunyai beberapa Project bersama. Selain itu Xiumin adalah brand ambassador dari merek pakaian yang Chana produksi ‘Chatosa’. Pada awalnya sungmin memang sama sekali tidak keberatan akan kedekatan mereka berdua. Malah sungmin yang menyarankan pada Chana untuk memakai Xiumin sebagai model utamanya karena dia sangat cocok dengan tipe manly yang sedang Chana usung sebagai tema dari desain busana-busana yang dia produksi. Sebenarnya Chana ingin memakai sungmin sebagai model utamanya namun karna kesibukan Super Junior jadi dia terpaksa menerima saran sungmin. Lagi pula memang selain nama Xiumin dan Sungmin yang terdengar mirip. Muak dan keprbadian mereka juga hampir sama. Bukannya itu kebiasaan SM? Memilih beberapa orang mirip dengan beberapa orang yang sudah ada.
Chana kembali menatap Sungmin. Masalah masalah yang baru saja dia flashback di otaknya serasa seperti masalah yang tak pernah dia bayangkan akan ada di hubungan mereka. Baru tahun ini dia merasa melewati tahun yang begitu berat dengan Sungmin-nya.
“oppa..”panggil Chana manja “apa kau melupakan sesuatu?”
“tidak,aku rasa tak melupakan apapun”
“aku mengerti jika kau melupakannya,aku tahu jadwal oppa sangat padat”
“hmm”
“happy anniversary”
“huh?”
“aku tahu kau pasti melupakannya”Chana meletakan kotak berwarna pink di meja itu lalu pergi begitu saja meninggalkan sungmin yang terdian sambil memangdangi kotak itu.
****

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s