[Eunhyuk] Im Your Man

Im Your Man

Cast:Eunhyuk Super Junior

Lets Talk About My FanFict
kita itu hanya partikel yang tak nyata,marilah berfikir positif tentang mereka,bahwa mereka tak selamanya sempurna,bahwa mereka juga punya sisi lain yang kita tak tahu,berfikirlah hanya untuk mendukung mereka,bahkan dalam keadaan sesulit apapun,hanya mendukung,mereka hanya butuh didukung…

Aku berjalan menyisir lorong apartemen kecil yang terletak jauh dari kota. Sungguh aku benci mendatangi tempat ini. Menyadari bahwa orang yang amat ku cintai berada di tempat seburuk ini membuatku semakin sakit. Bagaimana bisa calon istri seorang LEE HYUK JAE tinggal di tempat sekumuh ini? Dua tahun aku dan dia menjadi sepasang kekasih. Menyaksikan semua perubahannya. Perjuangannya. Bahkan aku tahu apa yang membuatnya sampai terbuang ke tempat kumuh seperti ini.
Kini aku telah sampai tepat di depan apartemennya. Entah mengapa aku ragu mengetuk pintu apartemen-nya ini. Aku takut ia menolak kedatanganku seperti biasanya. Tapi sungguh demi apapun yang ada di dunia aku sangat merindukannya. Terakhir kali aku bertemu dengannya saat aku baru pulang dari Taiwan 1 bulan lalu itupun hanya 15 menit karna dia juga harus bekerja. Akhirnya aku berani mengetuk pintu itu. Kali ini aku berharap dia membukanya dengan manis lalu menatapku kaget dan memelukku sambil mencurahkan kerinduannya. Tapi aku salah. Kemungkinan itu pasti hanya sampai di tahap ‘dia kaget’ lalu menatapku datar.

“aku sudah bilang tak usah datang kemari,aku tak mau Fangirl-mu itu memergoki-mu kemari”dia melenggang masuk kedalam aparetemen-nya dan meninggalkanku yang terpaku di depan pintu sampai akhirnya kau mengikutinya masuk dan menutup pintu apartemennya

Aku bahkan tak habis fikir mengepa dia bisa berfikir Fangirl-ku akan mengikutiku sampai sini dengan penyamaran setertutup ini. Bahkan aku tahu mereka tak mungkin mengira seorang bintang hallyu LEE HYUK JAE ada di tempat menyedihkan,gelap,menakutkan dan kotor seperti perkomplekan ini. Ku tengok isi apartemennya. Tak ada yang berubah. Masih mewah. Ya di pemukinman seperti ini apartemennya termasuk dalam golongan apartemen mewah mengingat di sekitarnya hanya ada apartemen kumuh dengan pencahayaan yang kurang bagus. Mungkin itu tampak luar. Aku tak tahu tampak dalam apartemen-apartemen kelas bawah di sekitar sini.
Ku edarkan mataku lagi ketika melihatnya tengah sibuk di pantry. Dia gadis-ku namanya Rena Jung. Dia memang bukan keturunan korea asli ayahnya berwarganegara Indonesia sedengkan ibunya Korea. Sekarag ayahnya seorang politisi di Indonesia sedangkan ibunya adalah koki di salah satu restoran ternama di Indonesia. Dia hidup sendiri di korea sejak kematian harraboji-nya. Ya yeoja ini memang sangat tabah. Aku saja kagum melihat dia hidup sendiri di tanah kelahiran ibu-nya dan tak mau menyusul orang tua-nya di Indonesia dengan alasan dia ingin hidup mandiri di korea.
Sebelum-nya dia tidak sedingin ini. Dia gadis yang ramah. Ya setidaknya dia selalu ramah padaku. gadisku ini bekerja di salah satu surat kabar di korea. Dia jurnalis yang hebat. Berbagai kasus dan berita hebat pernah membawa nama-nya menjadi jajaran jurnalis hebat di korea. Hingga suatu ketika dia terlibat suatu perseteruan dengan seorang. Dia dituntut atas tuduhan pencemaran nama baik oleh orang itu hingga akhirnya dia kalah dalam sidang. Jelas dengan segepok uang dan kekuasaan yang orang itu punya Rena kalah telak dalam kasus itu. kasus yang membuangnya jauh dari lingkungan elite-nya dulu. Kasus yang membuatnya menjadi gadis serius yang sekarang hanya bekerja sebagai editor di salah satu perusahaan penerbit di Seoul. Dan kasus yang membuat-nya menyembunyikan semua identitas-nya. Mengubah nama-nya menjadi JUNG RHEE NE.
Tak sengaja akku menangkap layar laptop-nya yang masih menyela. Menunjukan satu halaman wep yang membuat-ku jengah. Lagi-lagi dia membuka situs seperti ini. Aku tak habis fikir mengapa dia senang sekali membaca FanFaction No Children dengan cast LEE HYUK JAE. Apa dia diam-diam menginginkan aku melakukannya dengan-nya atau dia sedang menyiksa dirinya sendiri dengan FanGirl-ku yang begitu berlebihan menciptakan tokoh LEE HYUK JAE sebagai master of yadong hanya karna aku mengoleksi beberapa video seperti itu. apa hal seperti itu tak wajar bagi seorang laki-laki yang berprofesi sebagai aktris??
“aku hanya punya ini di kulkas”ucapnya datar sambil menaruh satu gelas susu stawberi dan satu cup ramyun.
Salah satu hal yang membuatku yakin ia mencintai-ku. Dia tahu persis aku selalu menyukai stawbery dan dia selalu menyiapkan apapun yang berbu buah itu bila aku datang menemuinya. Termasuk parfum yang ia kenakan sekarang. Bahkan berbau stawbery.
“habiskan lalu lekaslah kembali ke dorm-mu”lanjutnya lagi sambil memainkan laptop-nya. Kali ini dia membuka twitter-nya
“jauh-jauh datang malah di usir”gumamku. Lalu meletakan cup ramyun yang sudah kosong itu ke meja “rena,kau tak merindukanku?”kataku sambul menyenderkan kepalaku pada bahunya. Sungguh ini membuatku nyaman. Dia diam. Bahkan seoertinya dia tak bernafas dan jantungnya terdengar begitu normal. Demi apapun apa dia tak mencintaiku? Apa dia bosan denganku? Apa salahku hingga membuat-nya sedingin ini padaku sekarang?
“minggirlah,ini berat”katanya sambil menggerakan bahu-nya mencoba menyingkirkan kepalaku
“rena…”aku merajuk mencoba membuaatnya sedikit peduli kepadaku. Tapi itu salah dia malah memandangku sinis.
“pulanglah! Jangan kacaukan keadaan dengan membuat semua FanGirl-mu menghajarku karna tau kau punya kekasih gadis seperti aku”katanya “atau paling tidak putuskan aku dan cari gadis yang LEBIH PANTAS dengan-mu”katanya lagi
“kau bicara apa? Lucu sekali !! hahahah”aku mencoba tertawa mendengar omongannya bahkan aku tahu dia tak bercanda dalam hal ini. Dia sangat sungguh-sungguh dalam hal –memaksaku memutuskannya- namun sampai matipun aku takn melakukannya. Sama saja mengirim diriku sendiri kenaraka paling gelap.
Dia mengeluarkan nafas beratnya lalu kembali focus kelayar laptopnya
“aku bilang jangan baca situs seperti itu chagy!”perintahku ketika sadar dia tengah membaca situs NC lagi. Demi apapun aku tak suka melihatnya membaca cerita seperti itu. membuatku bertambah buruk di matanya. Dan membuatnya nambah sangat –membenciku- dan aku benci jika dia terus melakukan itu.
Dia akhir-nya menutup situs itu. wajahnya memerah. Dan aku tak suka melihat wajahnya seperti ini. Sungguh sangat menggodaku. “kau senang aku menurutimu?”katanya sambil mendengus kesal. Lalu meninggalkanku. Shit!! Lagi-lagi dia membuatku merasa bersalah. Aku tak suka melihat mata indahnya membentuk Kristal bening itu. aku tak suka melihatnya menangis.
“maaf,aku tahu aku salah”gumamku saat dia kembali
“hmm”jawabnya
Aku memandangnya. Barharap dia ikut memandangku dan merasakan jutaan rindu yang rasanya akan membuatku meledak dan hancur saat ini juga.
“chagiya besok kami akan berkumpul di dorm,kali ini akan membantu Hae dan Jingga-ya mempersiapkan pertunangan mereka,apa kau bisa ikut datang?”tanyaku mencoba mencairkan suasana. Aku tahu dia tak pernah sudi datang keacara apapun yang aku dan chingu-deulku buat untuk mengakrapkan yeoja kami masing-masing. Tapi Rena tak pernah mau hadir. Dia selalu member seribu satu alasan untuk menghindari acara tersebut. Entah apa yang membuatnya setertutup ini.
“aku ada metting penting”jawabnya singkat
“hmm…mengapa kau selalu metting?”tanyaku sebal
“sekarang aku balikan,mengapa kau selalu shooting? Itu pekerjaanmu bukan? Berhentilah bertanya hal-hal bodoh hyuk-ssi”
Aku tertawa mendengar jawabannya. Nadanya itu membuatku mengira bahwa dia itu cemburu pada kegiatanku “kau cemburu pada kegiatanku huh?”tanyaku senang
“annie,it konsekuensi bukan? Sekarang pulanglah,Chinguku akan menjemputku bekerja beberapa menit lagi,aku tak mau melihatnya kaget karna melihat BINTANG HALLYU disini”
“kau mengusirku huh?”tanyaku kesal. Selalu seperti ini,selalu mengusirku dari apartemen-nya ini. Aku mendekatakkan tubuhku ke tubuhnya hingga mendaratkan bibirku di pipi-nya sekilas.
“sudah? Sekarang tolong pergi”ucapnya sambil menatapku sebal.
“hahahaha,lucu sekali muka yeoja-ku bila marah? Ya sudah chagiya aku puang dulu ne? jaga dirimu baik-baik,jaga kesahatanmu,jangan lupa makan tepat waktu. Saranghae”ucapku sambil memeluknya. Lihatlah dia bahkan tidak membalas pelukanku. Malah melepasnya sambil memandangku sengan raut datar andalannya.
“capatlah pergi”katanya singkat
Aku kembali berjalan meninggalkan tempat itu. sungguh rindu ini belum sepenuhnya terobati. Ku lirik jam tanganku “45 menit” sungguh waktu yang tak pantas bagi sepasang kekasih yang tak bertemu selama sebulan untuk melampiaskan rindunya. Rena Jung,nan saranghanda….
*I’M YOUR MAN*
Aku menggenggam ponselku. Hari ini entah berapa ratus kali aku mengirim pesan padanya. Bahkan telfonku saja tidak di angkat olehnya. Menyebalkan sekali gadis ini. Walaupun kejadian ini bukan pertama kalinya di hubungan kami,tapi Nampak aneh bukan jika seorang gadis tak membalas sms kekasihnya,padahal ini peringatan 2 tahun hubungan kami.
“kya! Kemana kau!!!”jeritku pada ponsel di tanganku.
Aku menyadari sedari tadi semua saudara ku melihatku dengan tatapan aneh. Menyeramkan sekali bukan jika mereka sedang membahas pertunangan Hae sedangkan aku memasang muka tak suka. Bukan,bukan aku tak suka pertunangan Hae. Tapi karna Rena yang seolah hilang dari muka bumi ini sejak 2 hari yang lalu. Aku kira dia sedang memberiku kejutan menuju hari ini. Tapi lihat sekarang. Hari ini akan segera habis,tapi dia sama sekali tak menghubungiku. Lucu sekali bukan.
“YAK!! Kau ini tak mendengarkanku huh??”Tanya donghae kesal. Aku bahkan tak tau apa yang sedang mereka bicarakan.
“ne?”aku tersenyum sambil menggaruk tengkuk-ku. Salah tingkah.
“kau kenapa?”Tanya donghae lagi
“ah sudah,jadi tadi sampai mana? kapan kita ke mokpo? lalu??”
Hae dan Jingga asik mendiskusikan pertunangan mereka dengan leeteuk hyung,yesung hyung dan moon onnie sekarang. Aku melirik eunhwa dan ryeowook yang sedang memakan ice krim di depan TV sambil menonton Film. Sedangkan disudut lainnya aku melihat yang lain melakukan hal yang sama,bermesraan dengan pasangan mereka masih-masing. Ya kecuali uri maknae yang belum punya ekasih,dia masih saja bergelut dengan PSP-nya.
“apa kau setuju hyuk-ah?”Tanya hae kembali membuyarkan lamuanku. Aku menganguk antusias
“tentu aku setuju”kataku sambil menatap donghae dengan senyum tulusku. Setidaknya aku bisa melihat soulmate-ku bahagia seperti ini. Aku tak apa harus mengalah sesaat darinya. “apapun,yang membuatmu akan bahagia,aku setuju”kataku sambil tersenyum tulus.
Dia membalas senyumanku lalu memeluku. Bukan memelukku tapi menindihku. Di ikuti oleh yesung hyung dan leeteuk hyung lalu entah siapa lagi yang membuatku menjadi roti lapis. Aku yakin badanku akan seperti papan tipis sebentar lagi. Tapi begini lah mereka bertahun-tahun aku tak pernah merasa sendiri karna mereka. Mereka seolah menyalurkan rasa hangat mereka ke tubuhku. Menghilangkan kesedihanku dengan suara tawa mereka. Thanks,Chinudeul…saranghae.

Aku baru saja akan memasuki kamarku ketika sadar suasana dorm sudah sangat sepi. Ku lirik sekilas jam dinding yang bertengger di atas TV dorm ini. 02.30 AM. Pantas saja suasananya sangat sepi seperti ini. Kembali ku lirik kyu yang sedang asik dengan PSPnya di meja makan. Aku tersenyum sekilas melihatnya. Hisupnya seolah tanpa masalah. Menyenangkan sekali.
“hyung! jangan menatapku seperti itu! kau menakutkan sekali!” ujarnya tanpa mengalihkan pandangan dari PSP-nya
“hahaha,ku kira kau tidak sadar,ckk lekaslah tidur besok kau akan banyak jadwal bukan? Jangan lupa matikan lampu”ucapku dibalas anggukan mantap oleh kyuhyun. Lagi-lagi dia focus pada layar PSP-nya. Dasar bocah setan!
Kini aku duduk di tempat tidurku. Kulayangkan pandanganku pada bingkai foto yang terpajang rapih di meja riasku. Aku dan Rena tersenyum manis di foto itu. hari itu adalah hari dimana aku dan dia pertama kali kencan. Kami pergi ke N seoul tower. Berjalan-jalan di museum teddy bear. lalu menulis harapan kami di love lock lalu memasangnya di sudut gedung itu bersama gembok-gembok lain.
Aku merasa sangat terikat dengan gadis itu. gadis yang merhasih membuatku amat merasa membutuhkannya dalam kondisi apapun. Gadis yang membuatku jatuh cinta dngan begini dalam untuk pertama kalinya. Juga gadis yang membuatku sakit hati dengan sangat saat gadis itu melukai dirinya sendiri seperti sekarang. Rena,taukah kau aku sangat ingin kau bahagia agar aku juga bisa sama bahagianya dengan kau!
Dan akhirnya aku mebuka handphoneku lagi. Mengecek adakah pesan yang telah ia balas. Ternyata NIHIL. Oh TUHAN..apa gadis itu benar-benar tak mengingat bahwa hari ini adalah hari special kami,bahkan pasangan lain akan kencan saharian saat memperingati anniversary-nya. Apa aku tak berhak melakukan itu dengan pasanganku? Megapa seolah-olah ia menjauhiku akhir-akhir ini? Apa dia benar-benar sudah tidak mencintaiku? Apa dia bosan terus aku genggam? Apa ada namja lain di hatinya? Sunggung aku ingin tau perasaannya. Dan akhirnya aku memberanikan diri lagi menelfonnya. Mungkin kali ini aka nada jawaban akan telfonku.
“yeobseyo?”ucapnya dengan suara serak. Aku tahu dia bahkan tak sadar kalau aku yang menelfonnya
“kau tidur chagiya?”tanyaku retoris
“ehm? Ne..ada apa?”
“apa aku perlu alasan hanya untuk menelfon yeoja chinguku?”
“hmm,aku mengantuk”ucapnya skatis. Mengapa dia begitu dingin padaku?
“ish kenapa kau begitu menyebalkan huh? Apa kau tak ingat kemarin hari apa? Tak membalas pesanku? Kelakuan macam apa huh?”
Dia menguap. Apa dia sangat menagntuk? Atau hanya membohongiku? “mianhaeyo”katanya singkat
“ne..gwecenha”jawabku kesal,sebenarnya jika aku tak begitu dalam mencintai yeoja ini aku takan bisa memaafkannya. Bagaimana bisa yeoja melupakan tanggal jadiannya dengan seorang namja sedangkan banyak yeoja malah mengingatnya.
“happy anniversary boo-e”katanya dingin
Sungguh demi Omma-ku,Appa-ku,Nunna-ku,Super Junior,SMent dan Lee So Man ajjushi aku ingin sekali berteriak dan melompat sekarang juga mendengarnya memanggilku ‘BOO-E’. entah berapa lama panggilan itu tak pernah di ucapkannnya lagi dan berganti dengan panggilan Hyukjae-ssi atau Eunhyuk–ssi. Dan sekarang panggilan itu kembali ku dapatkan. OMONA!!! Aku bahkan tak yakin jika ini nyata. Tolong sadarkan aku!
“hey! Kau tidur? Aku matikan ya?”tanyanya lagi
“annie annie”jawabku cepat
“hmm”kini terdengar suaranya sedang meminum sesuatu. Apa memanggilku ‘boo-e’ membuatnya ke hausan? Aku jadi ingin menghampirinya dan memeluknya sekarang
“aku ingin kencan,lama kan kita tidak kencan…”aku terdiam menunggu reaksinya “kita terlihat kaku akhir-akhir ini,mungkin salah satu penyebabnya karna kita tak pernah pergi bersama lagi” lanjutku. Kin terdengar helaan nafas beratnya. Sesusah itukan memutuskan utuk berkencan denganku?
“aku ada rapat penting nanti”katanya lirih
“bisa besok? Atau minggu depan,bulan depan…Renna ya,aku…”
“aku lelah..”dia memotong ucapanku
“aku lebih lelah”jujur aku tak bisa menahan perasaanku lagi,aku ingin dia tau perasaanku selama ini
“les’t break up…”
Aku tersentak. RENNA JUNG!! Kau bisa sekali membuat aku melayang lalu menjatuhkannya dengan keras beberapa detik kemudian. “shiero! Aku tahu kau sedang lelah,istirahatlah,aku takan mengganggumu lagi”ucapku lalu mmatikan telfonnya. Tak sadar butiran-butiran itu jatuh. Aku menangis karna dia. Ini pertama kalinya aku menangisi yeoja lagi setelah beberapa tahun lalu. Yeoja yang bisa membuatku gila…RENNA-ya IM GOING CRAZY NOW!!!
*I’M YOUR MAN*

“hyuk-ah,konsentrasi!!!”seru kyuhyun saat kami sedang latihan vocal
Aku sama sekali tak bisa berkonsenttrasi sekarang. Dua minggu sudah aku tak menghubunginya. Bahkan dia ikut tidak menghubungiku. Setelah kejadian malam itu. sungguh aku berfikir keras tentang hubungan ini. Hubungan yang membuatnya merasa tak nyaman. Mungkin dia tak mencintaiku lagi. Aku bahkan tak ingin membayangkan hidupku tanpa dirinya sama sekali. itu mungin akan membuatku terlihat sangat buruk
“YAK!! Kau ini kenapa? Dengarkan nadanya dengan benar,apa kau tak tau mana nada tinggi mana nada rendah huh??”yesung hyung ikut marah sekarang
“mianhaeyo..”jawabku sambil tertunduk
“istirahatlah hyung,mungkin kau lelah”kata wookie
“annie! Tidak ada istirahat sampai kau menyanyikan nada yang benar!”ucap yesung hyung lantang dibalas anggukan lainnya
Aku mulai bernyanyi lagi tapi lagi-lagi aku salah. Aku benar-benar gusar lalu memukul tembok di sampingku. Hingga semua melihat kearahku.
“kenapa?”Tanya leeteuk hyung padaku
“gwecenha..permisi,aku ingin kebelakang dulu”ucapku sambil berjalan menjauhi ruang latihan. Masih bisa ku rasakan semua mata itu menatapku dengan tatapan aneh. Tentu aneh melihatku seperti ini,aku bahkan tak pernah terlihat semenakutkan ini dihadapan mereka. Sekarang aku malah takut pada diriku sendiri. apa yang terjadi? Omo hyuk jae!! Dimana gummy smilemu yang tampan dan mempesona itu?
Aku melirik kekaca kamar mandi, ‘apa aku benar-benar tak tampan? Aku memang tak setampa won bin,badanku juga tak sebagus Choi Siwon,kemampuan menariku tak sekeren sunbae-ku Yunho U-Know Hyung. suaraku tak sebagus yesung hyung atau kyuhyun. Bahkan aku kalah keren dengan Donghae si Nemo itu. ais…kenyedihkan sekali kau,bahkan yeoja chingumu hampir memutuskanmu tanpa alasan selang beberapa jam dari anniversary kalian hyukjae’ kataku dalam hati. Aku mengerang lirih lau dengan segenap emosi aku menonjok kaca itu. beberapa detik kemudian aku melihat darah mengucur dari tanganku. Aku terluka? Kenapa tak terasa sakit?
Aku kembali berjalan menuju ruang latihan. Aku yakin darah yang aku lihat tadi hanya imajinasi saja. Bagaimana bisa aku berdarah tapi tak merasa sakit. Lihatlah. Dalam imajinasiku bahkan darahnya menetes kelantai.
“HYUK!! Apa yang terjadi kenapa tenganmu berdarah?”Tanya kangin hyung kepadaku wajahnya sampai pucat melihatku. Aku bahkan hanya tersenyum kepadanya
“kau juga berimajinasi sama denganku hyung? mana ada darah disini?”kata ku sambil tertawa renyah
“BABO!!!”kata hae langsung membuka kaosnya lalu mengingatkannya di tangan kiriku yang penuh drah. Kini sakitnya mulai terasa jelas. Sangat jelas hingga aku menangis dibuatnya
“kau kenapa? Apa yang terjadi? kenapa kau tak bercerita?”Tanya hae kepadaku
Semua hyung dan dongsaengku ikut merubungiku. Menatapku dengan tatapan khawatir mereka.
“aku baik-baik saja ini kan hanya luka kecil? kenapa kalian berlebihan seperti ini?”
Mereka masih melihatku dengan tatapan khawatir. Pantas jika mereka tak percaya bila ini luka kecil. Aku melihat diriku dari pantulan kaca di ruangan ini. Pucat. Lalu aku tersenyum.
“aku baik-baik saja…”ucapku menggantung. Entah mengapa jadi berat hanya untuk sekedar bicara.
“hyung..palli kita bawa dia ke rumah sakit,dia kehilagan banyak darah…”seru kyuhyun. Bahkan aku masih bisa melihat wajahnya yang terlihat sangat khawatir.
“andwe..”seruku lemah “aku tak ingin kerumah sakit..”
“tapi hyuk…”tendas leeteuk hyung khawatir
“jebal hyung,aku mohon,jangan bawa aku kerumah sakit,aku baik-baik saja..”seruku mencoba biasa saja
“tapi kau harus ikut ke ruang perawatan,tak boleh membantah”kata leeteuk hyung lagi. Kali ini aku tak bisa membantah
Seorang perawat membungkus lukaku dengan kain perban. Katanya aku hanya kehilangan sedikit darah. Jadi aku harus banyak makan makannan bergizi setelah ini agar tubuhku kembali memproduksi darah. Selain itu aku juga disuruh minum vitamin untuk memulihkan keadaanku. Yang lebih parah adalah luka akibat goresan kaca itu. membuatku harus mendapat 3 jahitan. Sakit. Jelas sangat sakit tapi bahkan luka ini tak mampu mengalahkan sakit hatiku saat ini.
“sebenarnya ada apa denganmu?”Tanya donghae kepadaku *autor:gue bingung ni yang Tanya hae apa ariel noah? Abis tampangnya mirip #diserbu Elfish*
“tak ada apa-apa,kau lihat kan aku baik-baik saja!!”
“baik-baik saja bagaimana? Jebal ceritakanlah padaku! aku selalu menceritakan apapun padamu!”
“hey!! Lihat aku baik-baik saja,bahkan aku yakin aku tersenyum dengan baik sekarang”aku mencoba tersenyum sekarang
“LEE HYUK JAE??!”
“ayolah lee donghae jangan terlalu serius? Aku baik-baik saja…percayalah”
“HUH!! Sudahlah bila memang kau tak mau bercerita,baiklah..AKU PERGI!!! Jangan datangi aku kelak kau butuh bantuan! Aku tak perduli!”seru donghae lalu melangkabh pergi
“jangan pergi…”eluhku lirih. Donghae berbalik dengan air mata di pipinya. Dia menangis? Dia menangisiku? Aku terdia sesaat saling berpandangan dengan orang yang paling dekat denganku ini. Aku tahu jelas dia amat meng-khawatirkan-ku sekarang. “jebal jangan menangis…”ucapku sambil menghampirinya dan mengusap air matanya
Dia terdiam sambil terus terisak dan memelukku “bagaimana bisa aku tak menangis melihat saudaraku kesakitan seperti ini?”katanya
Aku membalas pelukannya “bagaimana bisa calon suami dari yeoja cantik bernama Kim Jingga menangis di pelukan seorang namja tampan bernama LEE HYUK JAE. Kalo ELF melihatnya mereka pasti akan memekik ‘AIGO!! Ternyata EunHae itu nyata!!’ lalu jingga-ah akan memutuskanmu dan pernikahan batal. Buruknya lagi popularitas lee hyuk jae akan memburuk dan tak ada wanita yang memujanya lagi…ah… sangat sulit di bayangkan”candaku sontak membuat hae melepaskan pelukannya dan membulatkan matanya
“YAK!! NEO!!! kau mendoakanku gagal menikah? Yang benar saja!!!”serunya kesal
“kkk…tentu saja tak mungkin,bagaimana bisa aku mendoakan saudaraku gagal menikah huh?”
Dia mendengus kesal “lalu maksud ucapanmu tadi???” dia menggerutu kecil “Yak! Kau bermaksud mengalihkan pembicaraan kan? palli ceritakan mengapa kau seperti ini?! Apa terjadi sesuatu dengan kau dan Renna-ya?”Tanya donghae lagi. Aku terdiam sekitika. Aku yakin ekspresiku berubah drastis sekarang. “tidak salah lagi! Cepat katakana apa yang terjadi padamu!”perintah hae
“entahlah..”jawabku singkat
“apa dia menyakitimu?”
“annie,..mungkin malah aku yang menyiksanya”kataku lagi mencoba membiaskan nada bicaraku agar tak terlihat sedih,namun aku yakin ini gagal
“apa yang kau lakukan?”
“entahlah hae,aku rasa dia berubah akhir-akhir ini,mungkin dia jenuh..,bahkan beberapa hari lalu dia berkata padaku ‘lest break up’ lalu tak menghubungiku sampai hari ini. Kau tahu sendiri bila komunikasi kami sangat buruk…aku..”aku tak sanggup meneruskan kata-kataku. Jujur menceritakannya malah membuatku merasa tambah sakit hati
“kajja kita pergi!!”kata donghae sambil menarikku pergi
“yak yak!! Kemana!! Babo tanganku sakit”kataku sambil menepis tangannya
“kajja kita membuktikan sesuatu!! Mianhae aku lupa tanganmu sakit!”hae memandangku sambil tersenyum kuda aku hanya menyeringai melihatnya. Kemana anak ikan ini mengajakku pergi?
*I’M YOUR MAN*

Mobilnya berhenti di depan gang pemukiman kumuh itu. aku yakin siapapun yang melihatnya akan heran melihat audi berwarna biru ini berhenti di tempat seperti ini.
“apa yang kita lalukan disini?”
“menunggu yeojamu keluar…”ucapnya santai sambil memberiku kacamata Y style
“ini untuk apa?”tanyaku lagi. Aneh sekali bocah ini. Kenapa tiba-tiba memberi ku perabotan penyamaran apa maksud-nya??
“kita akan memata-matainya hari ini!” BINGO!! Banarkan tebakanku,apa maksudnya sekarang? Bukannya aku sama saja tidak mempercayai rena jika seperti ini? “ayolah ini hanya untuk pembuktian saja..kita lihat apa yang membuatnya berubah padamu! Arraso?”
“terserah kau saja lah..”ucapku pasrah. Jujur akupun ingin tau apa yang membuatnya seperti ini padaku.
Tak perlu manunggu lama hingga akhirnya aku melihatnya keluar dari gang kecil itu dengan senyum mengembang di bibirnya. Dia menghampiri mobi Yarct hitam di depan mobil hae lalu masuk kedalam mobil itu.
“coba telfon dia’seru hae tiba-tiba membuat tanganku merogoh saku mantelku dan dengan ssigap meraih ponselku
“yeobseyo”serunya
“sudah berangkat kerja?”tanyaku mencoba menceriakan nada bicaraku “jangan lupa makan!”
“ne,aku sudah berangkat,sudah ya,aku sibuk”katanya lalu menutup sambngan telfon kami
“apa katanya?”Tanya donghae saat aku memasukan poselku ke dalam mantelku lagi. Kami sedang meningikuti mobil itu sekarang.
“dia berkata dia sudah beragkat kerja dan sedang sibuk”kataku jujur
“CK..”cibir donghae. Aku melihat tampangnya seolah menunjukan kebencian sambil menatap yarct di depannya penuh emosi “izinkan aku membunuhnya jika dia mengkhianatimu”
“jangan berkata yang tidak-tidak..aku percaya padanya..”
“kita lihat nanti!”seru donghae sambil memandangku sinis. Jujur aku pun tak bisa percaya pada yeojaku sendiri kini.
Kini kami sampai di depan kantor redaksi penerbit tempat rena bekerja. Mobil hitam itu berhenti cukup lama di depan gedung tinggi itu. aku bingung kenapa rena lama sekali keluar dari mobil itu apa dia melakukan sesuatu dengan pengemudinya? Omo!! Bahkan aku tak tau pengemudinya itu namja atau yeoja! Kenapa aku jadi pecemburu seperti ini?
Beberapa menit kemudian aku melihat seorang namja keluar dari mobil itu. sontak membuatku mulutku menganga melihat sosok itu. namja itu membuaka pintu penumpang lalu ku lihat Rena keluar dari mobil itu. rena tertawa sambil memukul halus lengan namja itu entah apa yang baru saja namja itu katakana. Lalu namja itu menarik Rena ke dalam pelukannya. Mereka terdiam dalam posisi itu cukup lama lalu namja itu melepasnya dan mencium kening Rena dalam. Membuatku memekik keras
“BAJINGAN!!”pekikku
Rena kembali tertawa saat namja itu berbisik di telinganya lalu memukul dada namja itu penuh kasih. Aish bahkan dia tak pernah semanis itu denganku. Ku terus saja mengamati tingkahnya bersama namja itu. namja yang aku kenal. Walaupun aku dan dia tak saling mengenal dengan baik. Dia leader dance dari salah satu BoyBand ternama di korea. Rambutnya mowhak. Memakai mantel coklat yang membuatnya tampak begitu keren. Aku mengaku kalah keren dengannya sekarang. Siapa lagi kalau bukan Wedding Dress Boy -Dong Young Bae-.
“kita pergi sekarang?”Tanya donghae shock. Aku yakin dia pun tak kalah kaget denganku hingga melupakan kata-kata akan menghajarv pria yang Rena.
Aku hanya menganguk membiarkan mobil hae melaju dengan kecepatan luar biasa melewati dua orang itu. bahkan aku masih menoleh dan melihat taeyang menunjuk-nunjuk mobil donghae seolah mengenalinya.
“kau baik-baik saja?”Tanya hae sambil menatapku sekilas dan memelankan laju mobilnya
“ne,tentu saja baik”kataku mulai SOK riang
“percayalah mereka hanya berteman!”hibur Hae dengan senyuman
Aku pun tau mahluk ikan ini tak yakin dengan gurauannya sendiri. begitupun aku. Teman macam apa yang mencium kening teman yeoja-nya. Tolong di ingat Rena itu yeoja-ku YEOJA LEE HUK JAE! Omona! Bahkan gadisku saja berselingkuh dengan namja yang lebih hebat dariku,seburuk itukah kau hyuk?!
“percayalah padanya”bujuk Donghae
“ne,aku selalu mempercayainya…selalu…”bahkan saat dia tak bisa dipercaya seperti saat ini.
*I’M YOUR MAN*

Aku menekn tombol ponselku. Dia masih belum menghubungiku sejak beberapa hari lalu. Jujur aku meragukannya saat ini. Apa yang dia lakukan. Bersama siapa dia. Aku bahkan tak bisa berfikir positif lagi tentang dia. Hampir semua yang aku fikirkan tentang dia dan namja itu.
“yeobseyo..”jawabnya penuh semangat. Hello apa ini? Kenapa suaranya terdengar ceria sekali? tumben?
“ne rena-ya? Kenapa suaramu? Hahaha hampir saja gendang telingaku pecah!”
“berlebihan”serunya sedikit kesal “kemana saja kau boo-e?”
Aish dia berubah lagi. Tanda-tanda selingkuh! Dia menjadi perhatian! Mungkinkah? “hahaha kau ini salah makan apa? Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu? aku jelas sibuk dengan jadwalku,kau yang kemana? Tidak menghubungiku? Kelakuan macam apa itu? apa kau selingkuh di belakangku huh?”
“Uhuk Uhuk…”
“hey? Gwecenaha?”
“ne..kau itu pertanyaan macam apa itu! palli keluar aku di depan dorm-mu!!”
“MWO??!”
“Ppali!! Atau kau takan melihat aku ada di depan saat kau datang! Monyet lamban!”
Dengan segera aku berlari menghampiri pintu dorm. Kurapihkan sedikit bajuku sebelum membuka pintu itu. lalu saat ku buka pintu itu aku melihatnya. Dia mengeluarkan smirk-nya padaku.
“Yak!! Lama sekali!!”bentaknya
Aku hanya terbengong ria melihatnya mengeluarkan ekspresi yang sangat mengejutkan itu
“donghae menelfonku beberapa hari yang lalu,dia bilang kau sakit..mianhaeyo baru bisa menjengukmu,sepertinya kau sudah sehat” OMONA!!! Ternyata dia bisa bicara sepanjang lebar ini? Aku baru tahu bahwa kosa katanya sebanyak ini. Bukan Cuma ‘Ne’ ‘annie’ ‘Molla’ ‘aku tak peduli’ atau kata-kata menyebalkan lain yang sering dia ucapkan kepadku. Dia? Kenapa jadi perhatian seperti ini? Mencurigakan
“lihat..”katanya sambil menarik tanganku yang masih terbungkus perban
“tak apa-apa..”
“kenapa sampai memukul cermin?”
Aku membulatkan mataku,sialan!! Ikan amis itu sepertinya menceritakan semuanya “aku sudah bilang aku tak apa-apa!”
“syukurlah..baiklah,aku pulang,jangan lakukan hal-hal bodoh lagi! Ini untukmu! Makan yang banyak dan lekas sembuh”katanya sambil melenggang pergi. Tak kuhalangi dia. Sekilas aku melihat bungkusan yang dia berikan padaku. Jus stawbery? Hoddeok? Aku tersenyum lalu entah dorongan dari mana aku langsung mengejarnya. Bahkan aku belum mengucapkan terimakasih padanya.
aku berlari mengejar-nya hingga aku menemukannya di lobby apartemen kami. Tanpa Ba-Bi-Bu aku langsung memeluknya dari belakang. Meletakan kepalaku di lehernya lalu menangis
“gomawo..gomawo…”bisikku. lalu dia membalikan tubuhnya. AIGO!! Dia menangis? Renaku menangis? Ini pertama kalinya aku melihatnya menangis lagi. Setidaknya mukanya lebih manusiawi saat menangis ketimbang muka dingin yang selalu dia tunjukan. Aku peluk dia mencoba menenangkan perasaan kami. Aku sangat mencintainya. Aku mohon jangan biarkan dia pergi dariku. Apapun. Apapun alasannya. Aku tak mampu kehilangan gadis ini.
“mianhaeyo…”ucapnya lirih
“ne ne…gwacenha…uljamayo..”aku mengusap air matanya dengan ibu jariku “aku baru tahu kau bisa menangis!”ucaku lagi sedikit membuatnya mengerucutan bibirnya “apa? Mau aku cium huh?”godaku di balas sentilannya di keningku
“jangan berkata sembarangan!”
Aku tertawa terbahak “kajja aku antar pulang!”
“tapi..”dia melihatku dari atas ke bawah
“ada di mobil,lagian siapa yang akan mengenali ku seperti ini di rumahmu? Mereka pasti akan menganggapku sama seperti mareka”
Pletak! Dia memenjitak (?) kepalaku sekarang. “kajja! Atau aku pulang sekarang!”katanya kesal lalu berjalan mendahuluiku. Langsung ku susul dan kupeluk pinggangnya. Lama sekali tak melihatnya sehangat ini. Aku merindukanmu,gadis manisku…
*I’M YOUR MAN*

Aku duduk di sofa ruang tengah rumah ini. Rumah yang selalu rapi kapanpun aku mengunjunginya. Walau dari laur rumah ini tampak sangat mengenaskan. Ku ambil remote TV lalu menyalakannya. Aku hanya meihat-lihat salurannya sebentar. Berharap ada acara yang aku sukai tapi ternyata nihil. Aku matikan lagi TV-nya
“listrik mahal!”ucapnya lalu duduk di sampingku sambil menaruh 2 gelas susu stawbery dan kotak P3K. ya dia ingin menganti perban di tanganku
“aku yang bayar. Kau ini kaya tapi sangat pelit dan perhitungan”keluhku.
Dia terkikik “aku belajar darimu boo-e. hahaha” aku ikut tertawa bersama-nya. Akhirnya aku melihatnya tertawa lagi “ayok kita ganti perbannya dulu..”katanya sambil menarik kasar tanganku
“appo!!”teriakku saat dia menarik tanganku kasar “kau mau membuatku kehilangan jari-jariku huh?”umpatku kesal. Ini benar-benar sakit
“hahaha,aku senang melihat wajah tersiksamu,asal kau tahu saja…”
Aku mendengus kesal. Dia mulai melepas ikatan ikatan kasa di tanganku perlahan. Melepasnya sambil mengamati setiap untaian untaian kain itu dengan seksama. Setetes air mata jatuh dari matanya lalu dia segera mengusapnya. Ekspresi apa lagi ini? Bersalahkah? Dia tetap focus pada untaian untaian kain putih yang menggading tersebut. Padahal kemarin aku baru saja menggantinya. Dia mengoleskan povidon menggunakan cotton buth disetiap lukaku. Memandanginya dengan tatapan ngeri. Kadang desisian takut terdengar dari mulutnya. Aku tahu jelas dia ngeri melihat luka dan darah.
“appo?”tanyanya sambil melihatku yang justru lebih asik melihatnya. Aku hanya menggeleng sambil tersenyum dia kembali berkutat pada lukaku. Kini focus membungkus luka itu dengan perban.
“aku tak papa..”kataku sambil mengusap rambutnya
“kau sangat menakutkan”jawabnya sambil menempelkan hypavik sebagai perekat “selesai!!”ucapnya
“aku senang melihat senyummu”ungkapku jujur
“aku tak suka melihatmu melukai dirimu sendiri”
“itu sama sekali tak sakit saat aku melakukannya”
“karna kau orang bodoh…mianhae..”
Aku menatap matanya dalam. Dia langsung tertunduk “dengar,ini bukan salahmu”
“aku tahu..bahkan aku tak ada di tempat kejadian…mana bisa itu salahku”katanya sambil menyeringai kepadaku “hanya saja aku merasa itu karna aku tidak mengingat…’
“stt…diamlah”aku memeluknya “ini bukan karenamu,bukan karenamu kau tahu…”kataku menenangkannya
“jangan lakukan hal-hal bodoh lagi arra??”katanya sambil melepaskan pelukanku. Menatapku serius sambil menunjukan kelingkingnya. Memintaku berjanji dan menautkan kelingking kami
“asal kau jangn meninggalkanku,apapun yang terjadi…”aku menautkan kelingking kami lalu mencium tangannya lembut.
“aku tak janjji,karna aku harus masak sekarang..diam disini dan jangan menggangguku. Atau pisau dapur akan menancap di perutmu dengan sempurna!!”perintahnya lalu meninggalkanku lagi menuju dapur. Aku bisa melihat guratan merah di pipinya. Manis sekali.
“KYA!!! Dasar gadis bodoh!”teriakku. lalu aku mendengar tawanya di dapur. Senang sekali seperti ini dengannya. Semoga selamanya seperti ini.
*I’M YOUR MAN*

Entah berapa lama aku terpejam. Ku rasakan sebuah tangan mengelus pipiku. Mungkin mencoba membangunkanku. Tak lama ku rasa telunjuk membelai dahiku lalu ke sela mataku. Lurus terus ke hidungku dan berakhir di bibirku. Aku terseyum lalu memalingkan wajahku melihat siapa yang melakukannya sambil menyeringai
“game over”ucapku sambil memeluknya. Hari ini kami terlihat manusiawi dan aku suka kami yang seperti ini. Lebih terlihat seperti sepasang kekasih yang romantic. Kini badanku berapa di atasnya. Sedikit menindihnya. Tanganku bertumpu pada lengan sofa itu.
“yak…apa yang kau lakukan,minggirlah”katanya lirih,kau sedang mengusirku atau menggodaku nona manis?
“tak akan…”bisiku di telinganya lalu mencium pipinya. Menatap matanya dalam. Lalu menjauh dari tubuhnya duduk di sampinynga. Hahaha aku hanya ingin menggodanya. “kajja makan!!”kataku
“ah…ne..ia”jawabnya gugup. Sekali lagi aku mengagumi sikap manusiawinya yang manis itu.
Dia mengambilkanku nasi lalu mengambilkan yangmyeom di mangkukku memberikannya kepadaku. Aku menerimanya sambil tersenyum. Tanpa sengaja aku menangkap satu benda yang membuatku terkejut. Sebuah hand band berwarna putih dengan rajutan inisial YB. Aku mengenalinya. Sangat mengenali hand band itu. ikat kepala yang sering di kenakan oleh seorang namja. Dong Young Bae. Tepat sekali Young Bae=YB. Huh. Kenapa benda laknat itu bisa di sini? Apa laki-laki itu sering menemui yeojaku ditempat ini? Apa yang mereka lakukan di apertemen ini berdua? HUH? Kenapa fikiran kotor ini datang lagi. Aku tak bisa memikirkannya tak mau. Itu begitu menjijikan. Sangat menjijikan.
“hey! Kenapa tidak dimakan?”
“ah..anni”jawabku gugup dan langsung memakan masakannya yang luar biasa enak itu. aku beruntung memilikki mu Rena. Aku tak mau kehilanganmu.
*I’M YOUR MAN*

“aku pulang ne? jaga dirimu baik-baik,jangan lupa kunci pintu…”
“ne boo-e!”
Aku mencium bibirnya lembut melumatnya sebentar sebelum akhirnya melepaskannya dan mencium keningnya kilat. Dia tersenyum manis kearahku bibirnya mengucapkan kata-kata yang lama tak ia ucapkan tanpa suara. Hanya menggerakan bibirnya saja ‘saranghae’ ucapnya.
“naddo”jawabku sambil mengusap rambutnya lembut
“hati-hati di jalan”
“ne..beristirahatlah…bye..”ucapku sambil berjalan mundur meninggalkannya. Demi Choi Siwon dan Hyundai Departemen Store. Aku masih merindukannya. Masih ingin sekali bersamanya. Sayangnya malam memisahkan kami. Ini memang baru jam 20.00 P.M tapi bukannya tak sopan seorang namja berkunjung ke rumah yeoja sampai malam.
*I’M YOUR MAN*

Ku buka mataku saat matahari dengan lancangnya menerobos jendela kamarku dengan sinarnya pagi ini. Menggeliat di kasurku yang sempit lalu menggerakan otot-otot kakuku ke kanan dan ke kiri. Uh..menyenangkan sekali pagi ini. Aku mengingat kejadian kemarin. Senyum terukir di bibirku. Lebih tepatnya smirk. Aku keluar dari kamarku hanya menggunakan boxer. Ini biasa. Bukannya aku juga biasa topless saat konser. Bahkan banyak yeoja yang sudah melihat badanku. Sebenar-nya aku tak nyaman melakukan itu. kecuali saat di rumah dan di dorm tentunya.
Aku berjalan ke pantry menuangkan segelas teh dan memberi sedikit gula. Meminumnya dengan sekali teguk. Akh. Tenggorokanku terasa enak sekarang. Tak kering lagi.
“ada berita apa pagi ini?”tanyaku pada kyuhyun dan yesung hyung yang sedang fokus pada layar tablet kyu memamerkan wajah terkejutnya. Aku langsung menghampiri mereka. Nampaknya ada berita menarik pagi ini? Apa? Apa ada scandal baru? Hahaha. Mengerikan.
Mataku meruncing saat melihat gambar yang ku lihat di layar tablet kyu.
“bagaimana bisa?”gumamku
Aku masih terpaku tak percaya melihat gambar di layar tablet kyu. Hingga tak lama kemudian handphoneku berbunyi. Aku melihat nama ‘Chagiya’ di layar handphone-ku dan langsung mengangkatnya dengan panik
“yeobseyo..chagy..”
“boo-e..aku takut”potongnya sambil terisak
“ne,aku kesana sekarang ya,kau tenang,jangan keluar,jangan bersuara. Bersembunyi. Aku segera kesana sekarang!”ucapku panic lalu menyambar jaket di sofa.
“kau mau kemana?”Tanya yesung hyung sambil menahanku
“tentu menemuinya…”jawabku seadanya
“biar orangku yang menemuinya! Tinggallah,akan bahaya jika kau keluar!”
“aku tak peduli hyung,dia ketakutan!”
“orangku akan menjemputnya sekarang”
“DIA TAKUT KAMERA!!! Biar aku yang menemuinya! Jangan halangi aku! Dia dalam bahaya!!!”bentakku sambil menghempaskan tangannya dari sikuku
“tapi kau juga dalam bahaya bodoh!!!!”katanya. tak lama aku merasa kepalaku sangat sakit. Seorang memukulku dari belakang. Membuat semua pandanganku gelap. Aku kehilangan cahayaku. Tak bisa melihat apapun di ruangan ini.
“ARGHHH…”jeritku dalam kesakitan dalam tubuhku. Sepersekian detik dari sadarku aku masih mengingatnya. Mengingat wajah takutnya saat melihat kamera. Melihat tangis ketakutannya. Aku ingin melindunginya. Namun tubuhku tak berdaya sekarang. Seketika ingatanku menghilang. Membawaku pada ruang putih yang tak berpenghuni. Disinipun bahkan aku hanya mengingatnya. Dimana ini? SURGAKAH?
*I’M YOUR MAN*

Aku mengerjabkan mataku. Akhirnya aku melihat sinar nyata lagi. Entah berapa lama aku tak sadarkan diri yang jelas saat aku bangun yang aku lihat hanya donghae dan kamarku. Aku bangun dari tempat tidurku. Badanku sakit,apalagi kepalaku. Benar-benar menyebalkan.
Tiba-tiba ingatanku melayang pada seseorang. Ya dia,Rena-ku dimana dia? Aku langsung berdiri namun sebelum aku berlari donghae menahanku.
“jangan lakukan hal bodoh,banyak wartawan didepan!”katanya cemas
“tapi aku ingin melihatnya,dia ketakutan hae…aku mau RENA KU!!”
“dia aman”
“aku tak percaya,sedikitpun aku tak akan percaya,kalian menyembunyikannya dariku!!!! Kembalikan dia kembalikan!!”
Donghae tersenyum lalu sesaat kemudian tertawa “sudahlah,kau seperti anak kecil,OMONA seperti melihat d’javu! Kkkk kami bahkan tak menyembunyikannya dia di ruang tamu dengan jingga”
“brengsek!!”aku langsung keluar dari kamar ku mengedarkan mataku keseluruh dorm. Omona!! Dimana yeojaku!! Aku lupa tadi ikan itu bilang yeojaku dimana!! Dan akhirnya mataku menatapnya. Tepat dimatanya. Dia terdiam sambil tertunduk. Jingga dan kyu duduk dikanan dan kirinya. Aku langsung berlari dan berlutut di kakinya. Demi apapun aku membuatnya sakit lagi? Aku menyakitinya lagi? Aku membuatnya menderita lagi? Karna keteledoranku mengantarnya pulang tanpa menggunakan penyamaran. Padahal aku sudah tahu akibatnya akan seperti ini. Dia akan disakiti banyak orang. BRENGSEK!!! Andai aku tahu ada nitizen yang memata-mataiku hari itu. BABO!!! Lee Hyuk Jae BABO!! Lihatlah gadis di hadapanmu ini bahkan dia hanya melihatmu saja. Dia marah padamu!!! Bodoh!!!
“mianhae mianhae mianhae…”air mataku keluar membasahi lututnya. Demi apapun aku tak mau melihatnya seperti mayat hidup lagi seperti satahun lalu saat kasus laknat itu merubahnya. Demi Tuhan jangan. “jangan seperti ini,aku mohon…”ucapku lagi dia masih diam. Ku lihat wajahnya sekilas. Datar. Aku tak melihat ekspresi apapun disana. “kau boleh pukul aku,kau boleh lukai aku,boleh marahi aku tapi aku mohon…jangan diamkan aku lagi..aku mohon jangan tinggalkan aku lagi rena-ya”
“boo-e…”
Aku menatapnya dia menangis. Menangis dalam diam. Dia tak terisak. Tak teriak. Dia diam. Jangan,jangan menangis seperti itu. “mianhae,aku mohon jangan seperti ini!!”
“boo-e…”
“mianhae,aku memang tak pantas untukmu tak bisa melindunimu…”
“boo-e,apa ini kau??”tanyanya sambil mengangkat kepalaku “ini kau? Ini hyuk jae ku..”dia memelukku. Demi tuhan aku tak mau melihatnya ketakutan lagi se[erti ini. Dia takut. Aku tahu itu. dia trauma. Aku tak bisa membiarkannya terus begini “aku takut boo-e…mereka menyeramkan,ada dimana-mana..mengejarku…terang,aku takut cehaya menyeramkan itu” katanya. Ya kamera. Aku tahu dia takut kamera. Itu alasannya dia tak suka kami. Kami yang menyukai kamera. Itu alasannya dia tak mau dekat dengan kami. Kami menyeramkan menurutnya. Aku. Aku yang membuatnya ketakutan seperti ini lagi. “tadi donghae dan jingga onnie yang menolongku”katanya lagi
Aku melepaskan pelukanku. Syukurlah. Ini bagus kalau dia masih ingat yang menolongnya. Aku menghela nafas lega. “benarkah? Mianhae aku tak bisa menolongmu chagiya”ucapku sambil menyium keningnya
“kau yang menolongku,lewat mereka”katanya sambil tersenyum. Gadis manisku yang seperti musim. Sekarang mengalami musim gugur…auntum girl. Manis.
“aku mencintaimu sungguh aku akan tetap menagamu,akan tetap bersamamu..walau dunia melarangku,walau dunia memuntahkan kita…jangan lepaskan genggamanku apapun yang terjadi..arraso?
“arrashi!”jawabnya sambil menyeka air mataku “jangan menangis”ucapnya lagi
*I’M YOUR MAN*

Dia tertidur tenang di sampingku. Aku mengusap keningnya yang berkeringat. Entah berapa kali dia sudah terbangun karna mimpi buruknya. Dan ini berlangsung selama satu minggu ini. Tepat setelah kejadian foto scandalku dengannya. Dia tinggal di apartemen moon nunna sekarang. Dan aku juga. Aku tak bisa membayangkan dia sendirian menghadapi mimpi-mimpi menyeramkan itu. dia sering berteriak,menangis,bahkan meringis kesakitan. Namun dia tetap tersenyum dan tak mau menceritakan mimpi-mimpinya itu padaku. keras kepala sekali dia ini.
“oppa…”dia mengerang lalu membuka matanya,sedikit kaget melihatku ada disampingnya tengah malam seperti ini. Dia memanggil ‘oppa’?? dia tak pernah memanggilku dengan panggilan ‘oppa’ dia bilang itu menjijikan. Makannya dia memanggilku boo-e. “boo-e??”panggilnya tak percaya
“ne?? kau kira aku siapa?”tanyaku sambil tersenyum manis
“kau menginap disini lagi mala mini? Bukannya kau baru pulang?”
“hmm,taka pa,aku hanya merindukanmu saja..”
“tapi bagaimana kalau kau sakit? Pulanglah,aku taka pa-apa”
Aku tersenyum sambil mengelus dahinya pelan “tidurlah,nanti aku pulang kalau kau sudah tidur..”bujukku
“ne arraso!”
Ku lirik tangannya yang menggenggam sebuah benda berwarna putih. Hand band itu? aku jelas tau itu milik siapa. Namun mengapa aku diam? Mengapa aku tak memarahinya dan membuang benda laknat sialan itu. tak bisa! aku terlalu takut kehilangan dia terlalu takut melihatnya menangis. Entahlah. Satu tetesan air matanya saja bisa membuatku kehabisan oksigen.
*I’M YOUR MAN*

Aku tersenyum manis pada semua penggemarku. Lalu mundur kebelakang panggung. Muak! Ya aku muak. Muak tersenyum manis di masalah ini. Jujur aku kecewa kepada mereka yang bersembunnyi di balik nama PENGGMAR,FANS, atau apalah itu hanya untuk menyakiti gadisku. Mengumpatnya di belakang dan menyiksanya dengan semua sebuatn mereka.
Baru-baru ini bahkan aku melihat gadisku menangis di sudut apartemennya. Ya dia sudah kembali menempati apartemennya. Namun hanya sehari dia di biarkan tenang di dunianya menghadapi hidup normalnya sebagai seorang wanita normal. Lalu hari berikutnya aku melihatnya menangis di sudut apartemennya. Tak bergerak. Dia hanya terisak sambil melihat kotak yang ia taruh di meja makan. Aku melihat isi kotak itu. dan saat aku tahu isinya rasanya aku ingin membunuh siapapun yang mengiriminya barang seperti ini. Satu bangkai kucing hitam yang di mutilasi dan isi perutnya pun sudah menyeruak keluar dengan darah dimana-mana. dan lagi beberapa kondom bekas denan sebuah pesan berisi umpatan yang aku sangat yakin dia belum membukannya karna takut. Isinya? Jangan di Tanya.
“jalang! Berapa kali kau menyentuhnya? Aku akan membuatmu seperti ini kalau kau masih lancang bersamanya!!”
Dan hari itu aku tahu betapa menderitanya dia hanya untuk bersamaku. Aku yang tak bisa melindunginya. Aku yang tak bisa membuatnya nyaman. Hiingga sebuah pertanyaan yang sejak hari itu selalu mengalun di fikiranku di lontarkan oleh seseorang. Bukan dia tapi namja itu. namja yang entah sejak kapan ada di samping yeojaku dan membuat yeojaku merasa aman jika bersama namja itu. bukan bersamaku. Dong Young Bae.
“jika seperti ini kejadiannya mana yang akan kau pilih Rhee Ne atau mereka??”
Hingga saaat ini pun aku tak bisa mengatakan mana yang aku pilih. Merekakah? Rena kah?? Aku mengiginkan mereka berjalan bersama di kanan dikiriku walau sebenarnya jalas tak bisa! takan pernah bisa.
“berikan dia padaku,aku akan buatnya bahagia hyung”suara itu mengalun ringan. Menyadarkanku dari lamunan ku. Aku menoleh mendapati namja itu ada disebelahku.
“tak akan,tak akan pernah,kau menganggapnya apa/ barang yang bisa ku berikan pada siapa saaja? Bahkan dia lebih berharga dari diriku sendiri!”
“lalu kenapa kau tak bisa memilihnya? Bahkan kau tak tau dia sekarang menangis!”
Aku diam
“kau tak tahu dia menderita hanya untuk bertahan denganmu yang bahkan dengan teganya membiarkannya selalu sendiri menghadapi masalahnya”
Aku masih diam
“bahkan kau tak tahu di menangis tiap malam karna kau tak mau melepaskannya karna dia mencintaimu dan dia sakit!”
“aku,aku lebih baik darimu,kenapa dia tak pernah melihatku. Melihatku yang terus menerus ada disampingnya. Tak sepertimu yang bahkan bisa tersenyum manis pda mereka! Merea yang membuat gadismu terluka. Mereka yang membuat gadismu menangis! Mereka yang membuat gaduismu tak bisa hidup normal lagi. Kau kejam hyung! sangat kejam!”cecarnya lagi
“aku bisa menjaganya jauh jauh dan jauh lebih baik daripada kau! Jauh lebih bisa mencintainya dari pada kau! Kau yang hanya menggengamnya tanpa memanadangnya!”
Aku tak bisa berbicara apa-apa lagi bahkan saat dia menutup pintu ini dan pergi aku hanya sibuk diam dan mengumpat kebenaran ucapannya. Aku tak bisa menjaganya. Menggengamnya tanpa memandangnya. Tak tahu penderitaannya. Aku yang bodoh dan selalu tersenyum saat dia menangis! Aku bodoh! Sangat bodoh! Lalu aku harus bagaimana? Melepasnya dan membiarkannya pergi dengan namja lain? Mungkin dia tak mencintai namja itu!
*I’M YOUR MAN*

Aku tengah duduk di private room café yesung hyung. aku dan rena akan bertemu ditempat ini. Entah mengapa tiba-tiba dia mengajakku bertemu di tempat ini. Aku merasa tempat ini bukan tempat yang pas untuk bertemu. Karna ya tau sendiri café idola pastinya banyak fangirl disini. Apa dia bermaksud membahayakan dirinya sendiri. tadi saat aku memperingatkannya malah dia nbersikukuh ingin bertemu disini. Aku? Tentu saja tak bisa menolaknya…
“boo-e?”ku dengar suaranya saat pintu itu terbuka. Aku melihatnya menggunakan penyamaran. Dia merasa tak nyaman dengan apa yang ia lakukan. aku tahu. Namun dia tetap tersenyum. Demi tuhan itu membuatku semakin merasa bersalah. Lebih baik dia mendiamkan ku daripada dia seperti ini.
“chagiya?? Ada apa??”tanyaku.
“ayah menyuruhku pulang…”ucapnya lirih ‘ayah’ begitulah caranya memanggil appa-nya. Pulang?? Apa maksudnya pulang adalah kembali ke Indonesia??
“apa yang terjadi?”tanyakku. bodoh. Tentu saja kasus ini pasti yang membuat ayahnya menyuruhnya kembali ke Indonesia.
“ayah mengetahui tentang masalah ini boo-e…ayah menyuruhku kembali,aku harus kembali”katanya lagi. Hebat! Dia meninggalkanku. Dia meninggalkanmu Hyuk Jae!
“pergilah…”kataku lirih. Kecewa. Sakit. Tapi aku akan merasa lebih sakit bila menahannya. Melihatnya disiksa. Bahkan bekas lebam di pipinya aku yakin belum hilang karja tragedy pemukulan beberapa minggu lalu.
“mianhaeyo..aku…”
“kka!! Tak usah menjelaskan apapun aku tahu…”kata ku sambil tersenyum
“mungkin aku takan kembali”
Aku tersenyum. Aku tahu resiko itu. ayahnya tak mungkin mengizinkannya kembali. “aku tahu..”kataku tanpa membuang senyumku “aku tahu semua resikonya…”kataku lagi. Dia menunduk. Merasa bersalah? “tak usah pikirkan aku,kau terlalu banyak memikirkan orang lain waktunya kau memikirkan kau sendiri…pergilah..aku taka pa-apa”
“baiklah..”
“jadi kapan kau akan pergi?’tanyaku sambil menyeruput latte-ku membuang rasa sedih di hatiku yang makin menjadi
“nanti malam”
“aku akan mengantarmu..”
“shiero,young bae oppa akan mengantarku nanti…”katanya
Deg! Sakit! Aku tak kau pilih karna kau ingin di antar young bae-mu itu? oke! ini untuk bahagianya. Tak apa. Aku taka pa. aku taka pa. namun semakin kucoba menegarkan dirikju. Hati ini makin sakit. Aku tak bisa melepasnya.
“oh…baiklah…jaga dirimu..”aku memeluknya. Dia menangis. “sudahlah,kita sudah berakhir bukan?”aku melepaskan pelukanku. Lalu menghapus air matanya dengan ibu jariku. “harusnya kau bahagia,jangan menangis lagi…aku mohon”pintaku
Dia mengangguk lalu memelukku lagi “apa seperti ini endingnya boo-e?”
“molla..apapun chagiya. Setelah ini aku mohon bahagialah,aku mohon…”
“kau juga ya,bahagialah aku mohon,cintai mereka,mereka sangat mencintaimu”
“ne..pasti”ucapku. kini aku yakin air mataku sedang berlomba untuk keluar. Aku tak bisa menahannya lagi
“saranghaeyo…”ucapku sambil memeluknya lagi
“naddo…”
Ku cium bibirnya. Kulumat pelan. Ini mungkin kali terakhir aku menciumnya. Aku akan meninggalkannya setelah keluar dari ruangan ini. Kami akan saling meninggalkan. Jujur berat untuk kami. Namun kami harus bisa,ini demi kebaikanya. Aku yakin suatu hari aku,dia dan mereka akan bisa berjalan berdampingan. Bersama. Walau aku tak tahu kapan dan di mana.

*I’M YOUR MAN*

-EPILOG-
Aku merebahkan diriku dipantai. Hari ini donghae dan jingga bertunangan. Senang? Tentu. Aku bahkan mengila mala mini dengan bernyanyi dan menari gila-gilaan. Tak ada kejutan yang datang untukku. Setelah 3 bulan yang lalu dia meninggalkanku. Dia tak pernah sekalipun memberi kabar kepadaku. Aku melihat bintang di langit pantai ini. Indah. Mengingatkanku pada dia yang takut pada terang. Bahkan tak suka dengan bintang. Dasar gadis aneh!
Aku merogoh i-phone di celanaku. Mengecek e-mail yang mungkin masuk. Ku cek e-main satu persatu. Hanya tersenyum membaca e-mail dari nunna-ku Lee Sora. Dia sedang berjalan-jalan di jerman. Dan mengirimkanku beberapa selcanya di tempat-tempat indah disana. Dasar tukang pamer!!
To:Royakoro@yahoo.com
Title:Annyeong haseyo hyukjae oppa..
Annyeong haseyo hyuk jae oppa…my name is Dannisha From Indonesia. Aku mencuri kotak e-mailmu dari salah satu sepupuhku bernama Rena. Aku mengirim beberapa fotonya bersama e-mail ini,juga cuplikan diary-nya yang menulis banyak hal tentangmu. Apa kalian saling mengenal? Aku membaca bahwa kau mantan namja chingunya..benarkah? Oppa,aku tak memberikan informasi dengan Cuma-Cuma. Bisa tolong aku? Hari ini aku ulang tahun,boleh aku memintamu untuk menyampaikan permintaanku pada Kibum oppa? Aku sangat menyukainya bolehkah kau sedikit membujuknya untuk menyampaikan ucapan selamat ulang tahun untukku?
Aku akan mengirim foto liburan kami di Lombok bila kau berhasil. Oppa..Hwaiting!!! kkkk (maaf memerasmu)
Aku tersenyum kecut saat membaca e-mail itu. sedikit tertawa karna yang ia kirim benar-benar foto gadis yang sedang kau fikirkan. Dan gadis bernama dannisha itu sedang tersenyum di sebelahnya. Hanya melihat fotonya aku bisa tertawa selebar ini.
“Bummie-ah…aku ingin meminjam hanphone-mu…”
“untuk apa?”
“memperjuangkan cinta sejati…”
“hyung..kau gila?”
Dan hari ini aku tahu. Aku dan dia tak pernah terpisah Tuhan selalu menyatukan kami dengan jalannya. Dan mereka yang mendukungku,aku sangat mencintai mereka. Dia dan mereka bukan pilihan. Dia dan mereka akan berdiri di kana dan kiriku suatu hari nanti. Berjalan bersama dan tersenyum bersama. Dia dan mereka adalah anugrah Tuhan yang paling berharga yang Tuhan beri padaku. terimakasih. Untuk kalian yang mendukungku. Aku mencintai kalian semua. Aku berharap mereka juga mencintainya. Seperti mereka mencintaiku. Terimakasih Tuhan.

_The End_

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s